Tulisan pertama di Lauh Mahfuz, (The Power of Bismillah)

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Ketika Allah menciptakan qolam, kemudian lauh, Allah memerintahkan qolam untuk mendatangi lauh.

Allah berfirman kepada qolam, “Wahai qolam”.

Qolam menjawab, “Aku sambut panggilan-Mu dan aku siap menerima perintah-Mu Ya Robbi”

Allah memberi perintah, “Tulislah pertama kali Bismillaahir rohmaanir rohiimi”.

Ketika qolam menulis “ba” keluarlah darinya cahaya yang menyinari segala sesuatu di malakut dari mulai ‘arsy sampai bumi. Bertanyalah qolam, “Ya Robbi ! Apakah “ba” ini ?”

Allah menjawab, “Ba ini adalah bariun liummati Muhammadin (pembebas untuk umat Muhammad)”

Allah memerintahkan pula qolam menulis “sin”.

Ketika qolam menulisnya, keluarlah dari lekukan-lekukannya beberapa cahaya. Cahaya yang satu memancar ke ‘arsy, yang satu ke kursi dan yang satu ke surga. Ketika qolam melihat ketiga cahaya ini, ia bertanya, “Ilahi, Apakah cahaya-cahaya ini ?”

Allah menjawab, “Ini adalah cahaya umat Muhammad ‘alahissolatu wassalam. Adapun cahaya yang memancar ke ‘arsy adalah cahaya al-sabiqin, cahaya yang memancar ke kursi adalah cahaya al-muqtasidin dan cahaya yang memancar ke surga adalah cahaya al-‘asin dan az-zolimin di antara mereka”.

Allah memerintahkan pula Qolam menulis “mim”.

Ketika qolam menulisnya, keluarlah darinya cahaya yang lebih terang dan lebih bersinar dari cahaya “ba” dan “sin” sehingga menyinari segala se-suatu dari ‘arsy sampai bumi. Terdiamlah qolam dalam ketakjuban seribu tahun. Setelah itu bertanyalah qolam, “Ya Robbi, Apakah cahaya ini ?”

Allah menjawab, ”Ini adalah Nur Muhammad ‘alaihissolatu wassalam. Dia adalah kekasih-Ku, pilihan-Ku dan rosul-Ku. Ini Sayyid seluruh nabi dan rosul. Dan tidak Aku ciptakan segala sesuatu, kecuali karenanya”.

Ketika Qolam mendengarnya maka berkeinginanlah untuk menyampaikan salam pada Nur Muhammad ‘alahissolatu wassalamu, kemudian meminta idzin melakukannya. Kemudian berkatalah qolam, “Assalamu ‘alaika (salam bagimu) wahai Rosulalloh – wahai Habiballoh dan wahai Nurolloh.

Allah berfirman, “Wahai qolam ! engkau telah menyampaikan salam kepada kekasih dan rosul-Ku padahal ia saat ini tidak ada, sedangkan apabila ia hadir pastilah ia akan menjawab salammu, karena itu Aku jawab padamu karenanya. Bagimu salam dari-Ku wahai qolam”.

Allah memerintahkan qolam menulis Allah Ar-Rohman Ar-Rohim. Bertanyalah qolam, “Ya Robbi, Apakah nama-nama ini bagi-Mu ?”

Allah Yang Maha Tinggi menjawab, “Aku – Allah – untuk as-sabiqin, Aku – Ar-Rohman – untuk al-muqtasidin dan Aku – Ar-Rohim – untuk al-‘asin dan az-zolimin”.

Dalam sebagian keterangan disebutkan bahwa As-Sabiqin adalah orang yang kebaikannya amat banyak – jauh melebihi keburukannya. Al-Muqtasidin adalah orang yang kebaikan dan keburukannya berbanding. Al-‘Asin adalah orang yang keburukannya jauh melebihi kebaikan yang dilakukan.

(H.R. Tirmidzi)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Garam kehidupan.

Part II

2.15 am, Saturday early morning………

Bingung mau ngapain, mau tidur kayaknya ga rela. Perasaan tadi baru bangun pagi, eh sekarang udah pagi lg. Cepat memang waktu bergulir, bila tidak pintar-pintar menaikinya, ia akan meninggalkan kita.

Flash back dikit ah….

Jadi ingat masa-masa suram nan luar biasa di saat masih belum tumbuh bulu di ketiak. Pohon sawo besar di depan rumah, dan sumur tua di belakang rumah, terpisah euy dari rumah. Saya lebih memilih pipis di depan rumah ketimbang harus jalan ke belakang rumah yang gelap gulita, mana di belakangnya pohon bambu lagi, wadohhh……..

Di situlah saya berawal, mulai dari malam bantuin mama ngelecek lecek plastik es mambo, supaya gampang masukin corong, ampe balik2in es sebelum tidur supaya es nya jadi besok paginya. Bedug subuh bangun gara-gara bunyi berisik dari es yang di masukin plastik sama bapa, mau di anter ke warung-warung. Niatnya cuman mau pipis, eh di suruh solat terus nganter babeh ngirim es. Ngejinjing es dah jadinya di vespa, mana berat, di pangku dinginnya audubillah, mata sepet…….ampoen dah.

Balik ngirim es, siap siap sekola di Es De Ingpres. Mandi, pake seragam, sarapan, siap berangkat, eeeh di suru nenteng termos es lagi, dagang dah di skola’an. Temen-temen sedep maen pas istirahat, la kite nungguin es, settt dah.

Pedih untuk diingat, tapi kok bsa bikin senyum. Memang Allah mah maha besar lah, kami mulai dari kecil, eh tau-tau saya udah begini, udah ganteng, kaya, baik hati, tidak sombong lagi, hehehe….(ngising.com)

Kalo aja rumah tua itu ga di pugar, dan vespa buluk ga di jual, bakal saya pajang itu vespa di depan rumah, dan di beri podium.

Saya ini ternyata salah satu dari sekian banyak orang yang sangat beruntung, dari cilik sudah di ajari orang tua untuk usaha, untuk bertahan hidup. Sorry mah, pak, dulu-dulu sering ngambek ngurusin es. Semua itu pelajaran paling berharga buat saya. Entah apa bisa saya mengajarkan hal kayak gitu ke anak-anak saya, dimana saya mah masi mentingin kesombongan disamping manfaatnya kelak. Kan malu tau anak gua jualan es…….

Tapi ternyata…….pas lagi iseng-iseng browsing, ada penawaran wirausaha jajanan es. Entah kenapa kok langsung tertarik, padahal belum tau bakal bagus atau nggaknya. Yah mungkin buat Nostalgila aja, biarpun rugi, tapi untung di sisi nostalgilanya. Makanya bagi para orang tua seharusnya membekali anaknya dengan perjuangan, bukan membekali dengan semua ke-enakan2 fasilitas, agar nanti kelak anak2nya siap bertahan di dunia (*padahal sndirinya jg blm bsa kayak gtu).  “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, maka dari itu sebelum jatuh bekali dengan segudang ilmu, Buah kecil dengan segudang ilmu akan lebih cepat tumbuh menjadi pohon ketimbang buah besar dengan segudang cadangan makanan didalamnya, karena membutuhkan waktu untuk mengurai cadangan makanannya tersebut”. “Yang bakal menjadikan pohon itu bijinya, bukan dagingnya”.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The true Power of POWERLESS

Kata ini berasal dari dua kata. Power dan Less. Power mempunyai arti kekuatan, atau bisa juga kita tempatkan sebagai Kekuasaan, tenaga dan beberapa arti lainnya. Sedangkan Less berarti sedikit, atau jarang. Sehingga bila digabungkan, PowerLess mempunyai arti tak berdaya/tak mempunyai kekuatan. Secara harfiah PowerLess memang selalu diartikan seperti itu didunia ini. Tetapi apakah kita pernah mengetahui, meneliti bahwa sebenarnya didalam PowerLess jutru tersimpan kekuatan yang sangat besar yang sebenarnya tidak pernah disadari oleh diri kita.

Pernahkah kita mendengar berita tentang seorang isteri yang sering dianiaya oleh suaminya? Contoh lain katakanlah seorang pelajar yang cupu, selalu di kerjain oleh teman-temannya, dan dia tidak melawan karena takut. Powerless, yah seperti itulah dunia memberi gelar.

Berita tentang isteri yang sering dianiaya suami, berujung pada kematian sang suami  yang dibunuh oleh isterinya yang sudah tak tahan akan perlakuan suaminya tersebut. Dan begitupun pada kisah pelajar cupu. Apakah dalam kejadian ini, sang istri dan pelajar masi dikategorikan sebagai Powerless?. Tidak, untuk melakukan suatu pembunuhan dibutuhkan suatu kekuatan luar biasa baik fisik maupun mental, yang kuat yang hidup, yang lemah akan mati. Itulah hukum rimba yang telah di adopsi oleh kita. Sang isteri dan pelajar tadi hanyalah mengalami gejala overload kekuatan, Power dalam diri mereka, sehingga mereka tidak dapat mengendalikannya.

Siksaan, hujatan atau sejenisnya yang dialami isteri dan pelajar tersebut justru memberi kekuatan, semakin banyak siksaan maka semakin  besar pula lah kekuatan yang tertanam dalam diri kedua orang tersebut. Hanya saja kedua orang ini lebih memilih jalan pintas untuk mengeluarkan power tersebut. Dalam kondisi ini terdapat beberapa cara untuk memanage kekuatan yang didapat, yang pertama adalah cara yang dilakukan isteri dan pelajar tadi, dan yang kedua melalui jalan pemikiran. Bila saja isteri tersebut melaporkannya ke Polisi, ibu ini dapat keuntungan dari ganti rugi, dan sang suami dipenjara. “Tapikan isterinya takut kalau lapor polisi justru siksaan dari suami makin parah”, ini menandakan power yang diterima masi kurang untuk melakukan itu. Jika saja power itu sudah cukup, pasti ia akan berani.

“Bagaimana kalau justru pada saat pengumpulan Power tersebut justru berujung kematian pada sang isteri?”.  Dari 5 orang pejuang Negara, 2 gugur di peperangan, 3 selamat. Beritanya menyebar seantero negeri. Ke dua pejuang yang gugur tersebut akan menjadi pahlawan, dan jasadnya pun akan diperlakukan istimewa oleh pemerintah. Sedangkan ketiga orang yang selamat, pada masa pensiun mereka akan hidup seperti rakyat biasa. Disinilah pengaplikasian Power dari kedua pejuang yang gugur.

Kubangan air kotor di dataran rendah selalu tersisih dibandingkan air terjun di puncak gunung. Percikan air terjun bersuka ria, dan ampasnya dibuang ke kubangan air kotor di dataran  rendah. Para air terjun tidak pernah sadar bahwa mereka telah menanam sedikit demi sedikit kekuatan pada si kubangan air kotor yang lama kelamaan akan menjadi lautan yang dapat menenggelamkan seluruh air terjun air terjun di seluruh pegunungan.

Beberapa manusia pasti pernah merasa tertekan, teraniaya, merasa aneh sendiri dari Populasi umum. Tetapi kita harus ingat, Powerless bukan berarti kita tak berdaya, justru dengan powerless kita akan dapat dengan mudah mempunyai kekuatan yang tak terhingga jika kita dapat memanagenya. Laut adalah contoh bagi orang  berhasil memanage powernya, begitu banyak sungai dekil dan parit kotor memberinya limbah, tetapi ia tidak pernah menolak, ia  terima dengan tenang dan lapang dada, jutru menjadikannya air kotor menjadi biru bersih, indah dipandang, menjadi andalan bagi semua mahluk.

“It just the matter of time, When it’s Full filled, it’ll all be yours”.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Segelas air putih

Menyegarkan memang, meminum segelas air putih dingin di tengah ganasnya sinar matahari di siang bolong. Selintas saja memang, tidak ada yang istimewa dari pada segelas air ini. Suatu ketika saya membuang segelas air putih yang tergeletak di meja depan pelataran rumah ke tanah, Ia menghilang dengan cepat. Ada sebagian yang menguap (kita sebut bagian ini sebagai “X”), dan sebagian meresap kedalam tanah (sebut saja bagian ini sebagai “Y”). Bagian yang menguap yang dibantu oleh panas matahari, akan terus bergerak ke atas untuk bertemu dengan uap-uap air yang lain di atas sana. Sehingga uap-uap yang berkumpul ini akan memadat membentuk awan yang nantinya berkumpul pulalah awan-awan satu sama lainnya, terombang ambing angin kesana kemari, menunggu proses terjadinya hujan.

Sedangkan bagian yang meresap ke tanah tadi (Y) akan terus turun, turun, sehingga ia akan sampai ke sungai bawah tanah. Disitu ia bertemu dengan teman-temanya, bercengkrama sambil berdo’a  agar bagian dari dirinya tadi datang menjemput, meskipun tak tahau dan bagaimana hal itu akan terlaksana.

Keesokan harinya hujan turun, sebagian air digelasku yang menjadi awan tadi (X) ahirnya turun menjadi air hujan. Sesampainya di bumi, ia ingat akan belahan dirinya yang terpisah pada saat proses evaporasi, ia melihat kesana kemari dan ahirnya dia sadar bahwa tanah yang di hinggapinya bukan lagi jenis tanah yang ketika dahulu dia terpisah, dia telah jauh terpisah. Dahulu tanah yang dia diami terasa padat, dengan dihiasi rumput-rumput hijau nan indah, tetapi yang ia hinggapi sekarang hanyalah hamparan pasir yang sangat luas dan gersang, ia pun menangis, bukan saya melupakanmu, hanya rasa keingin tahuanku yang sangat besar tentang negeri di atas sana, awan-awan yang bertebaran dilangit nan indah yang selalu mendorongku untuk terbang kesana.

Diatas permukaan tanah yang didalamnya terdapat “Y” yang sedang menunggu. Hujan pun turun. Banyak air-air yang bergabung di sungai bawah tanah, sementara itu si “Y” dengan tertatih tatih mencari “X” dengan semangat luar biasa, setiap tetes, setiap percik, ia perhatikan dengan seksama, tetapi “X” tak kunjung jua….sehingga akhirnya hujanpun berhenti. Didalam renungannya “Y” bersedih, apakah “X” sudah melupakannya. Akan tetapi dia membuang jauh-jauh fikiran itu, ia terus menunggu, di celah-celah rongga sungai bawah tanah ia berpegangan dari derasnya air yang mengalir di sungai bawah tanah itu. Menunggu….

Dibelahan bumi lain “Y” ahirnya meresap ke dalam tanah, sekuat tenaga dia menolak, tetapi sang panas matahari tak dapat membantunya kembali ke awan, dikarenakan terlalu gelap dan besarnya hujan yang turun ke bumi. Ia pun tersentak sentak akan kerasnya bebatuan didalam tanah, hingga akhirnya sampailah ia di sungai bawah tanah, di belahan bumi yang lain tentunya, yang sangat jauh dengan sungai si “X”. Dengan perih dan kotornya tubuh, sang jagoan “Y” tersadar, mungkin aku dapat menemukan “X” didalam sini, wowww ternyata  banyak sekali sebangsaku disini….ia mulai mencari, dari ujung hingga ujung, dari tepi hingga tepi, tapi nihil. “X” berada jauh dibelahan bumi lainnya, ia pun mulai mengetahuinya. Akan kah saya dipertemukan kembali dengan “X” ya tuhan, sambil merintih diantara sesaknya air-air yang berlalu lalang.

Hari demi hari, minggu demi minggu, hujan demi hujan, “X” dan “Y” terus berharap akan suatu ketika mereka di pertemukan. Hingga suatu ketika di bulan November, Hujan turun dengan derasnya pada hampir di seluruh penjuru bumi. Seketika itupun semua sungai bawah tanah mengalami banjir dahsyat.

Saat itu “X” maupun “Y” sangat takut, kalau saya terbawa arus, bagaimana aku akan menemukannya, kedua air itu berpikiran yang sama. Baik “X” ataupun “Y” mereka berjuang, mereka mencoba meraih, mencoba berpegangan didinding dinding sungai bawah tanah, namun derasnya air terlalu kuat, mereka ahirnya terbawa tergulung gulung hingga menuju tempat yang sama sekali tak mereka kenal, hamparan air yang sangat tenang, penuh dengan senyuman bahagia. Seketika tubuh mereka terasa asin, berwarna biru. Tempat apakah ini…..sepanjang penglihatan indah kerlip air yang memantulan sinar matahari bak untaian permata. Yang dibawahnya banyak tumbuh-tumbuham dan karang-karang yang indah. Ditempat ini semua bergembira, semua indah.

Didalam sejuta keindahan ini “Y” tetap ingat akan si “X” yang selalu bersama sama ketika dahulu. begitupun sebaliknya terhadap diri si “X”. Rupanya berjuta keindahan di tempat barunya, berjuta kenikmatan tak dapat menggantikan kesunyian yang mereka rasakan. Kerinduan yang teramat sangat.

Waktupun berlalu, baik “X” maupun “Y” tak henti-hentinya berteriak diantara jutaan, milyaran sebangsanya, meneriakan kerinduan yang selalu menang di antara berjuta riuh kenikmatan.

Hingga ahirnya saat itu tiba. Ahirnya “Y” melihat “X” yang sedang terdiam diantara batuan karang, yang sedang sembunyi dari keramaian. “Y” seketika tidak dapat bergerak, tak dapat berbicara, hanya dentuman denyut jantung yang berbunyi keras, semakin keras. “X” tersentak!!! Aku rasa aku kenal dentuman denyut jantung seperti ini, entah bagaimana saat itu juga denyut jantung “X” berdentum sangat keras. Kedua dentuman jantung ini saling bersautan satu sama lain, membentuk pola, hingga tercipta nada yang indah. Akhirnya “X” menoleh, dan melihat “Y” yang sedang tersenyum berlinang air mata kebahagiaan.

Secelumit cerita dari air dalam gelas dipagi hari……………….

 

Posted in Cerpen ngawur gogoblogan | Leave a comment

Surat untuk anak-anaku

Hari ini selasa, 18 January 2011. UAE mendung seharian, yang sewaktu waktu turun hujan. Kerinduan akan anak-anak makin mendalam seiring dengan dentingan air hujan di atas atap kantor, yang setiap tetesnya terdengar suara kalian memanggilku…Prikitiiiieww :D . hampir 2 bulan saya telah meninggalkan anak dan istri saya, seperti rel kereta api yang tak berujung.

Seif, Avanty, sayang :) , bukan tanpa alasan samudera membentang, bukan tanpa alasan gurun pasir tergelar. Detik berganti langkah, menit berganti derap, hari berganti keluh. Kesemuanya hanya proses didalam satu cerita di tengah kabut, kadang suara terdengar, kadang langkah tersingkab. Hari ini terdengar gemuruh, gemuruh Seif yg sedang menangis, ada apa nak? Sesekali dada ini tersesak, yang dikarenakan energy yg di hasilkan massa dikalikan laju cahaya dalam vakum terlalu besar.

Andaikan 17 tahun yang akan datang kalian membaca ini, pastilah mengerti, mungkin saja hanya ego duniawi papa, atau memang semata mata mencoba memberikan yang terbaik dari saya untuk kalian. Setiap tetes keringat dan air mata ini akan mengkristal dan menjadi hiasan dalam kehidupan kita, saya yakin itu. Tugas kalian lah yg kelak akan memberi siluet siluet indah yang akan menghiasi Kristal Kristal kehidupan kita, yang berpendar se-antero Horizon. “there’s nothing impossible if we always try and pray”. Jangan sekali kali kalian memisahkan dua kata ini “try and pray”. Try tanpa pray akan membawa kalian ke jurang yang kamu sndiri tidak akan duga sebelumnya, dengan pray kalian mempunyai pagar dimana kalian harus memacu kuda kalian hingga garis finish dengan tetap berada di dalam lintasan. Begitu pagar ini terbuka, besar kemungkinan kuda kalian akan membawa kalian ke tempat yang seharusnya tidak di kunjungi :) .

Begitu juga pray tanpa try, Don’t be like those people, yakinlah akan setiap tetes keringat terdapat Kristal Kristal yang berkelip indah, meskipun harus merangkak dalam panasnya pasir sekalipun. Tanpa keringat Kristal Kristal itu tidak akan terbentuk. Justru sebaliknya Kristal Kristal itu akan bersarang di hati dan kulit kalian yang lambat laun akan mematikan rasa. Pada titik ini kalian tidak akan mengetahui panasnya bara, dinginnya es dan lembutnya sentuhan orang tua.

Bukan tanpa sebab kita lahir didunia ini, mungkin hanya 60 tahun, 70, 80 bahkan lebih atau justru kurang. Sangat singkat sekali, kemarin saya dibelikan seragam putih merah, sekarang justru membelikan. Contohlah komet halley, kemunculannya hanya beberapa detik, tetapi namanya selalu dikenang selamanya. Walaupun  setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang. So… selemah apapun kita, seburuk apapun kita, sebaik apapun kita, tetap jaga sinarnya agar dikenang selamanya.

Seseorang yang telah disepakati manusia dengan kata,

Papa

Posted in Jeritan daging dan kulit | Leave a comment

Garam kehidupan. Part I

Akan jadi apakah kita nanti…..kehidupan seperti apakah yang dijalani sama kita nanti, Pertanyaan saya sewaktu duduk di bangku skolahan. Sekarang pertanyaannya berubah menjadi, apa yg kira2 nanti  saya tinggalkan pd saat datang “waktunya” untuk anak dan istri saya.

Sungguh merupakan suatu dilemma yg besar dalam diri saya ketika memikirkan apa sih sbenernya tujuan hidup saya didunia. Berjuta jawaban datang silih berganti, yg kesemuanya justru menimbulkan satu Tanda Tanya yg besar yg tidak di akhiri dengan titik. Satu waktu dengan sambil menghisap beberapa batang rokok di tengah malam ketika istri dan anaku tertidur dengan pulas, terlintas di benak bahwa “inilah tujuan hidupku”, anak dan istri yg harus saya hidupi  yang harus saya beri makan, yang hrs saya bahagiakan. But again pada saat saya meninggalkan mereka untuk tugas kembali jauh dr rumah selama berbulan-bulan, timbul pertanyaan lain, “kok ada yg aneh yah?”, kayaknya ga bsa seperti ini, berarti materi bkn tujuan, hanya bagian dari arus. Lalu apalagi?

Ah mungkin saya harus pulang, dan menggantungkan obsesi2 kehidupan manusia didunia, untuk berkumpul dengan keluarga, tapi nanti makan apa….ah ngewarung ke apa kek, yg penting bisa berkumpul dengan keluarga, dan dapur terus ngebul.

Pertanyaan lain timbul, wah nanti istriku tidak  bisa jalan ke mall, beli baju, anakku jg ga bsa dong mempunyai benda2 aneh, seperti teman2nya masing2. Kasian jg sih, mereka kan tidak bsa seperti saya, bsa makan cuman tahu tempe setiap hari, ikan asin….beuh makanan pusaka. Entah hanya pikiran saya saja atau mereka jg sebenarnya bsa. Atau…ini hanya sebagian dr ego saya saja yang ingin mereka tampil lebih baik dr yang lain. Entahlah…

Oh iya saya seorang muslim, seharusnya saya membuka aturan2 dalam muslim. Dalam al-Quran disebutkan:

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri.Allah-lah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60)

Tuh, binatang aja dikasi rizki, apalagi kita yang punya akal. Jadi apa yg harus d takutkan?, asal manusia berusaha. Tapi kan saya jg dsini sedang berusaha. OK sekarang bgini, kita kerja dari pagi sampe malam, yah kira2 katakanlah 10 jam mengurusi dunia, solat satu hari 5 waktu, yang skali sholat kurang lebih 5 menit, jaid total waktu buat Allah 25 menit perhari (itu jg klo lg inget), sedangkan untuk urusan kita 10 jam/hari. Apa adil yah? Apakah kita termasuk bagian dari kacang yang lupa akan petani kacang… Apakah yg seperti ini contoh berusahanya manusia menurut agama.

Wah nambah bingung amat ieu. Untuk sementara saya ikut dulu ajalah sama kayu yang hanyut di sungai, sambil mencari ide untuk membuat sungai sendiri. Sesekali kalau ada daun, batang atau pelepah pisang yg lewat saya ikut menumpang jg….sambil menangis dalam senyuman :) .

Posted in Jeritan daging dan kulit | Leave a comment